Contact Person : 0812 1404 5463 | 0815 5534 5795 | PIN : 583ACC66

Minggu, 21 Februari 2016

Menanam Bunga Melati Di Pekarangan Rumah

Tukang Taman Jogja Jawa Tengah
Hadir di kota semarang, kali anyar, Wonosobo, tukang taman Jogja Jawa Tengah | tukang taman Semarang | tukang taman Wonosobo | tukang taman Magelang | tukang taman Surakarta| tukang taman Boyolali| tukang taman Banjarnegara | Konsep Taman Kering


Menanam bunga melati memang belum terlalu memasyarakat di Indonesia. Tanaman ini masih kalah populer bila dibandingkan dengan tanaman hias lainnya, seperti mawar dan kamboja jepang. Padahal tanaman hias bunga ini tidak kalah indah bila dijadikan tanaman penghias rumah apalagi baunya yang sangat wangi bisa dijadikan alternatif pewangi ruangan alami.

Menanam Bunga Melati Di Pekarangan Rumah

Bunga melati sendiri memiliki berbagai manfaat, seperti campuran teh atau bahan baku dalam pembuatan parfum. Pada intinya bunga ini sangat bermanfaat dan yang terpenting bunga melati sangat mudah untuk ditanam. Para ibu rumah tangga yang hobi berkebun bisa mencoba untuk menanam tanaman yang satu ini.

Mulai menanam

Menurut kami Tukang Taman Jogja Jawa Tengah, Melati bisa ditanam dengan cara stek, carilah tanaman melati yang sudah tua kemudian potong batangnya sekitar 12 cm. Selanjutnya siapkan polybag ukuran sedang yang sudah diisi dengan tanah, tancapkan batang tadi ke dalam polybag yang tadi sudah disiapkan. Letakkan polybag tersebut di tempat yang terkena sinar matahari dan lakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari.

Setelah batang stek tadi berumur sekitar dua bulan, pindahkan ke lahan yang lebih luas. Perlu diingat bahwa tanaman bunga melati merupakan jenis tanaman yang merambat sehingga membutuhkan lahan yang cukup luas. Lakukan penyiraman secara teratur sehari sekali dan lakukan pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebulan sekali. Lalu lakukan penyiangan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman melati agar zat-zat yang diperlukan tanaman ini tidak diserap oleh gulma.

Mulai muncul bunga

Menurut kami Tukang Taman Jogja Jawa Tengah, Bila tanaman melati dirawat dengan baik maka saat tanaman berumur sekitar 8 bulan sudah mulai mengeluarkan bunga. Namun, bila melati dirawat dengan asal-asalan tanaman ini baru akan mengeluarkan bunga pada umur sekitar satu tahunan. Bunga melati bisa dipetik saat masih kuncup atau saat sudah mekar, wangi melati akan lebih maksimal bila bunga sudah mekar. Tanaman melati akan terus-terusan berbunga hingga sekitar 3 bulan lamanya meski jumlahnya akan semakin menurun.

Silahkan untuk mencoba menanam melati di sekitar lingkungan rumah, siapa tahu bisa dikembangkan menjadi sebuah industri yang menguntungkan karena saat ini kebutuhan melati sangat besar dan para petani belum dapat mencukupinya.
Share:

Jumat, 12 Februari 2016

Panduan Menanam Tanaman Buah Tomat Di Dalam Pot

Tukang Taman Jogja Jawa Tengah - 

hadir juga sebagai Tukang Taman Semarang.
Meskipun buah tomat bisa dengan mudah didapatkan, namun tidak ada salahnya untuk menanamnya sendiri di dalam pot. Menanam tomat di dalam pot bisa menjadi hobi yang cukup mengasyikan sekaligus bermanfaat. Tanaman buah ini tidak hanya diambil buahnya saja tapi bisa juga dijadikan tanaman penghias halaman rumah.

Menanam Tanaman Buah Tomat Di Dalam Pot

Menurut kami Tukang Taman Jogja jawa Tengah. Tanaman tomat sendiri bisa tumbuh dengan maksimal bila ditanam di daerah dataran tinggi yang memilki hawa sejuk. Namun bila untuk sekedar hobi, tanaman ini bisa ditanam di hampir seluruh daerah di Indonesia meskipun hasilnya akan berbeda-beda.  Yang terpenting adalah bagaimana perawatan tanaman ini.

Pembibitan

Tukang Taman Jogja jawa Tengah, Menanam tomat dimulai dari pembibitan, bibit bisa didapatkan dari biji buah tomat yang bisa dibeli di pasar. Pilihlah buah tomat yang bagus sehingga nantinya tanaman yang didapatkan juga akan bagus. Selanjutnya siapkan tanah dan campur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang, masukkan tanah tadi ke dalam polybag ukuran kecil. Biji-biji yang tadi sudah disiapkan, bisa langsung disebar ke dalam polybag.  Setelah biji-biji tersebut tumbuh dan berumur sekitar dua minggu maka tanaman tomat siap untuk dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara rutin.

Selanjutnya siapkan tanah dan campur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang, biarkan selama satu minggu. Lalu siapkan pot yang akan digunakan untuk menanam tomat, masukkan tanah yang telah didiamkan selama satu minggu tersebut ke dalamnya. Pindahkan tomat dari polybag ke pot yang tadi sudah disiapkan, setelah itu beri tongkat dari bambu untuk tempat menempel tanaman tomat.

Perawatan

Tukang Taman Jogja jawa Tengah, Tanaman tomat cukup disiram satu kali sehari saja dan berikan pupuk organik cair atau pupuk kompos dua minggu sekali dengan takaran yang tidak terlalu banyak. Perbanyak tongkat-tongkat untuk tempat menempel tanaman tomat bila diperlukan dan rajin-rajinlah menyiangi gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Gunakan pestisida organik dalam menghalau penyakit yang datang.

Panen

Tukang Taman Jogja jawa Tengah, Tanaman tomat merupakan tanaman yang cukup pendek masa panennya. Tomat bisa dipanen setelah kurang lebih tiga bulan masa penananam. Hasil penan tergantung perawatan tanaman tomat itu sendiri.

Silahkan untuk mempercantik halaman anda dengan menanam tomat di dalam pot. Perlu diketahui bahwa batang dan daun tomat mengandung racun yang berbahaya bagi manusia, cucilah tangan anda sehabis merawat tanaman ini.
Share:

Sabtu, 17 Januari 2015

Tips Dalam Membuat Taman Vertikal pada Rumah Minimalis

Tips Dalam Membuat Taman Vertikal | Kehadiran taman vertikal saat ini tidak hanya di lahan sempit atau taman minimalis saja. Banyak yang kemudian membuat kombinasi dengan taman vertikal ini untuk menampilkan pemandangan yang elok dan cantik. Pada kesempatan lalu telah kami tulis cara membuat taman vertikal. Dan kali ini kami akan berikan tips sebelum membuat taman vertikal di lahan minimalis.

Taman vertikal atau biasa disebut vertical garden atau greenwall merupakan taman yang dibuat tegal lurus atau vertikal. Taman ini biasa menempel di dinding, namun saat ini tidak terbatas itu saja. Taman vertikal bisa digunakan sebagai pagar, atau diatap gedung bahkan di dalam ruangan. Pembuatan taman vertikal pada rumah minimalis merupakan solusi bagi menginginkan hadirnya sebuah taman meski di lahan yang sempit. Berikut hal hal yang perlu diperhatikan dalam membuat taman vertikal.

Tips Sebelum Membuat Taman Vertikal

Media Tanam

Gunakan media tanam yang ringan. Hal ini berhubungan dengan konsep taman vertikal itu sendiri yang tegak lurus. Media yang terlalu berat, dikemudian hari akan membuat taman cepat rusak. Selain itu juga pilih media yang dapat menyimpan air cukup lama. Mengingat perawatan taman vertikal sedikit berbeda dengan merawat taman pada umumnya. Sebagai contoh media yang sering digunakan dalam membuat taman vertikal antara lain: gambut (peatmoss), cocopeat, sekam, perlite, pumice, rumput laut dll.

Jenis Tanaman

Jenis tanaman untuk taman vertikal adalah yang tumbuh tidak terlalu besar. Bisa juga menggunakan tanaman hias bertipe merambat. Tanaman hias yang biasa digunakan antara lain: sirih gading, tanduk menjangan, bromelia, suplir, lili paris dll.

Agar taman vertikal terlihat semakin cantik, sebaiknya pergunakan tidak hanya satu jenis tanaman hias. Anda bisa mengkombinasika jenis tanaman agar tercipta aneka bentuk dan variasi warna yang berbeda. Selain itu juga sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan taman vertikal tersebut.

Perawatan Taman Vertikal

Seperti saya sebutkan diawal, perawatan taman vertikal sedikit berbeda dengan perawatan taman pada umumnya. Untuk penyiraman bisa menggunakan sprayer atau semprot. Jika tidak taman vertikal tidak terlalu tinggi bisa dilakukan secara manual. Sedangkan untuk pemupukan taman vertikal bisa dilakukan dengan sistem infus atau dosing unit.

Demikian seidikit catatan dan tips dalam membuat taman vertikal pada rumah minimalis. Semoga bermanfaat.
Share:

Sabtu, 10 Januari 2015

Cara Mudah Membuat Taman Vertikal Sederhana

Cara Mudah Membuat Taman Vertikal Sederhana | Kehadiran taman dalam sebuah rumah mempunyai banyak sekali manfaat. Selain akan mempercantik dan terlihat indah taman, juga sangat baik dalam menjaga sirkulasi udara didalam rumah. Namun bagaimana jika lahan yang dimiliki tidak begitu luas atau taman minimalis. Hal ini bisa diatasi dengan membuat taman vertikal.

Bagaimana cara membuat taman vertikal beserta tips-tipsnya akan kami sampaikan pada artikel berikut ini.

Cara Mudah Membuat Taman Vertikal Sederhana

Taman vertikal tidak hanya berlaku untuk lahan sempit dan terbatas saja. Bahkan di lahan atau halaman rumah yang relatif luas pun bisa Anda buat taman vertikal. Sebagai kombinasi dari taman kontemporer, hal ini akan terlihat semakin cantik.

Sebagai media taman vertikal, bisa menggunakan kain flanel atau jala tipis yang ikatkan pada rangka besi atau kayu. Buat rangka tersebut melengkung membentuk setengah lingkaran. Isi dengan tanah yang telah diberi pupuk. Kemudian bentangkan dari sisi satu ke sisi lainnya. Ulangi langkah tersebut secara vertikal. Jika sudah semua, kemudian lubangi setiap kain dan beri jarak sekitar 20-5-cm (tergantung jenis tanaman hias yang akan dipakai di taman vertikal).

Tanaman hias apa saja yang cocok dan biasa dipakai dalam taman vertikal. Pilihan tentang tanaman ini tergantung selera Anda. Namun biasanya tanaman yang digunakan sebagai taman vertikal adalah yang berjenis paku-pakuan atau tanaman hias merambat. Yang harus dihindari adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh besar.

Demikian sedikit informasi mengenai cara membuat taman vertikal sederhana. Semoga menjadi referensi tersendiri bagi Anda yang menginginkan sebuah taman elok dan asri di lahan minimalis.
Share:

Rabu, 03 Desember 2014

Tanaman Hias Daun Lidah Mertua dan Cara Perawatannya

Lidah Mertua (Sansevieria) adalah tanaman hias daun yang memiliki ciri ciri daun menjulur ke atas, keras dan kaku layaknya lidah mertua. Warna daun ini biasanya hijau dan dihiasi tutultutul dengan pinggiran daun berwarna kuning. Di Indonesia tanaman hias ini dikenal dengan nama Lidah Mertua.

Tanaman Hias Daun Lidah Mertua dan Cara Perawatannya
Lidah Mertua ( Sansevieria
Trifasciata Laurentii)
Selain sebagai tanaman hias, manfaat lain dari Sanseviera  adalah dapat menghilangkan bau dalam ruangan sehingga tanaman hias ini kerap ditaruh di sudut dapur atau kamar mandi. Sansevieria memang termasuk tanaman hias dalam ruangan yang sering disimpan di dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi dengan sedikit air dan cahaya matahari. Sekitar 40 persen air saja yang diperlukan tanaman yang berkembang biak melalui umbi lapis ini untuk tumbuh. Sansevieria mampu bertahan di negara yang memiliki 4 musim. Akibatnya, ia banyak mengalami penyimpangan bentuk, corak, dan warna.

Cara Perawatan Lidah Mertua atau Sanseviera

Lidah Mertua atau Sansevieria tidak memerlukan perawatan yang rumit dan cukup tahan banting. Bahkan tak disiram beberapa hari pun tetap bertahan hidup. Tak seperti Aglaonema yang beragam warna, Sansivieria hanya berwarna hijau dan kuning saja. Cukup dikeluarkan seminggu sekali agar terkena matahari. Lalu, masukkan kembali ke dalam ruangan. Jangan lupa disiram sehari sekali pada saat matahari terik dan apabila musim hujan, tidak perlu dilakukan, cukup mengandalkan siraman dari air hujan yang turun membasahi bumi.

Tanaman Hias daun ini membutuhkan sinar matahari yang cukup. Oleh karena itu, jika ditaruh di dalam ruangan, seminggu sekali harus dikeluarkan untuk mendapatkan kehangatan sinar matahari. Kalau tidak, warna daunnya akan berubah memudar.
Share:

Selasa, 02 Desember 2014

Tanaman Hias Bunga Tapak Dara dan Cara Perawatannya

Bunga Tapak Dara adalah tanaman perdu tahunan yang berasal dari Madagaskar, namun telah menyebar ke berbagai daerah tropik lainnya. Nama ilmiahnya Catharanthus roseus (L.) Don. Di Indonesia tumbuhan hias pekarangan ini dikenal dengan bermacam-macam nama, seperti di disebut sindapor (Sulawesi), kembang tembaga (bahasa Sunda), dan kembang tapak dårå (bahasa Jawa). Orang Malaysia mengenalnya pula sebagai kemunting cina, pokok rumput jalang, pokok kembang sari cina, atau pokok ros pantai. Di Filipina ia dikenal sebagai tsitsirika, di Vietnam sebagai hoa hai dang, di Cina dikenal sebagai chang chun hua, di Inggris sebagai rose periwinkle, dan di Belanda sebagai soldaten bloem.

Tanaman Hias Bunga Tapak Dara dan Cara Perawatannya
Tapak Dara (Catharanthus
Roseus)
Bunga Tapak Dara menyukai tempat-tempat yang terbuka, tapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung pula. Habitus perdu tumbuh menyamping, Tinggi tanaman bisa mencapai 0,2-1 meter. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, tersusun menyirip berselingan. Panjang daun sekitar 2-6 cm, lebar 1-3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek. Batang dan daunnya mengandung lateks berwarna putih. Bunganya aksial (muncul dari ketiak daun). Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, ujungnya melebar, berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya. Buahnya berbentuk gilig (silinder), ujung lancip, berambut, panjang sekitar 1,5 - 2,5 cm, dan memiliki banyak biji.

Cara Perawatan Bunga Tapak Dara

Tanaman Hias ini tidak tahan terhadap pemangkasan besar dan dapat mati karenanya. Tapak dara biasanya diperbanyak dengan bijinya yang lembut. Caranya, sediakan biji- biji yang tua, lalu semaikan pada suatu tempat persemaian. Masukkan biji ke dalam tanah, lalu tutup dengan lapisan tanah setipis tebal bijinya. Rajinlah menyiram. Bila biji-biji mulai tumbuh, dan tingginya sudah mencapai sekitar 15 - 20 cm, umumnya dapat dipindahkan ke tempat yang diinginkan.

Menanam bunga tapak dara di dalam pot, siapkan pot dan media tanamnya. Pot bisa dari tanah liat, semen, atau kaleng bekas. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, kompos, dan pupuk kandang (komposisi 2:1:1). Bibit langsung ditanam, dan setelah itu diletakkan di tempat teduh. Seminggu kemudian, ditempatkan di tempat terbuka. Jika ingin ditanam di kebun pekarangan, perlu dibuat lubang tanah berukuran 15 x 151 x 15 cm, dengan jarak di antara lubang 50 cm. Tiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 1,5 kg. Masukkan bibit ke dalam lubang, lalu timbun dengan tanah, dan siram.

Untuk perawatannya, tanaman hias bunga tapak dara tidak menuntut perawatan khusus. Asal disiram dan diberi pupuk, sudah cukup. Pada awal pertumbuhan, gunakan pupuk yang kandungan nitrogennya tinggi, atau pupuk daun yang disemprotkan pada permukaan bawah daun di pagi hari. Kemudian, ketika tanaman mulai berbunga, untuk merangsang pembungaan, dapat digunakan pupuk yang memiliki kandungan fosfor tinggi. Nah, jika rajin merawat, tentulah dijamin tapak dara akan berbunga sepanjang tahun.
Share:

Senin, 01 Desember 2014

Tanaman Hias Bunga Dahlia dan Cara Perawatan

Bunga Dahlia adalah tanaman perdu berumbi yang sifatnya tahunan (perenial), berbunga di musim panas sampai musim gugur. Tanaman Hias in adalah bunga nasional negara Meksiko yang juga merupakan negara asal bunga ini. Dalam artikel kali ini kita akan bahas mengenai Bunga Dahlia dan sedikit tips atau cara perawatan bunga ini.

Bunga Dahlia dan Cara Perawatannya
Dahlia (Dahlia Pinnata)
Bunga Dahlia termasuk bunga yang terlambat dikembang-biakkan. Pada tahun 1872, negeri Belanda menerima sekotak umbi Dahlia yang dikirim dari Meksiko. Dari sekotak umbi bunga Dahlia ternyata hanya satu umbi yang berhasil berbunga namun menghasilkan bunga indah berwarna merah dengan daun bunga yang runcing. Ahli tanaman berhasil mengembang biakkan Dahlia yang kemudian dinamakan Dahlia juarezii. Dahlia juarezii merupakan nenek moyang semua bunga Dahlia hibrida (persilangan) yang terdapat sekarang ini.

Tanaman Dahlia adalah makanan larva beberapa spesies Lepidoptera (jenis kupukupu). Bunga ini dinamakan untuk menghormati ahli botani berkebangsaan Swedia dari abad ke-18 yang bernama Anders Dahl. Dahlia juga merupakan bunga resmi kota Seattle, negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Bunga Dahlia yang kita kenal sekarang terdiri dari ratusan kultivar. Sebagian besar varietas tanaman Dahlia menghasilkan bunga yang warnanya cerah dan mempesona, sehingga Dahlia merupakan komoditas penting bagi industri bunga potong dan tanaman pot.

Cara Perawatan Bunga Dahlia

Perawatan Bunga Dahlia sama dengan merawat tanaman hias yang lain, tanaman perdu asal Mexico ini sangat mudah ditanam dan berkembang biak. Anda bisa memperbanyak dengan biji, stek batang, umbi atau pemisahan-anakan. Siapkan tanah kebun, kompos dan pasir halus. Tanam bibit dan siram secara teratur. Dalam 2 bulan, tanaman pun mulai berbunga.

Walaupun menyukai sinar matahari, letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari pagi. Lokasi yang terlalu panas mengakibatkan tanaman berbunga kecil dengan daun berwarna kekuningan. Jika Anda menanam tanaman hias dalam pot, ganti media tanam sekali dalam setahun agar terjadi regenerasi dan terbentuk tanaman baru. Pemupukan KCL dan NPK perlu dilakukan saat tanaman mulai tumbuh dan menjelang berbunga agar dahlia tumbuh maksimal.
Share: